Forumkami.com
Go Back   Forumkami.com > Fokers Zone > Forum Hp > Forum Handphone
Reload this Page Ponsel E-mail, Siapakah Jawaranya

Ponsel E-mail, Siapakah Jawaranya






Hot Rooms:Cafe | Showbiz | Berita | Entertainment | Computer | Seks | Game | Website | Forum HP | Wanita | Bola | Otomotif


Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes

Artikel Lainnya:
Thread Thread Starter Home Replies Last Post
Cara Bersihkan Virus Ponsel, Tips Ponsel jingrak Forum Handphone 0 12-03-2009 05:21 PM
Cara Daftar Ovi Mail via Ponsel ronny Forum Handphone 0 08-15-2009 11:25 AM
Nge hack Melalui E-mail kaptenkancut Cafe 1 06-06-2009 11:46 AM
Tahukah anda siapakah itu Ahlul Bait indraadsite Islam 3 06-05-2009 10:08 AM
Ovi Mail Layanan Terbaru Nokia batam11 Forum Handphone 0 05-29-2009 05:23 AM

Kirim Artikel Ke Twitter & Facebook
Old 06-27-2009, 05:46 AM   #1 (permalink)
Fokers Maniac
 
ronny's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Location: Jakarta
Posts: 3,283
Thanks: 228
Thanked 1,723 Times in 838 Posts
Blog Entries: 12
Rep Power: 34
ronny is a glorious beacon of lightronny is a glorious beacon of lightronny is a glorious beacon of lightronny is a glorious beacon of lightronny is a glorious beacon of lightronny is a glorious beacon of light
Phone Ponsel E-mail, Siapakah Jawaranya

Ponsel E-mail, Siapakah Jawaranya


Blackberry membanjiri pasar dan menjadi handset paling fenomenal dua tahun ini. Namanya berkibar di puncak seakan-akan tidak ada penantang yang sepadan dihadirkan untuk menyaingi keperkasaannya. Benarkah demikian? Benarkah handset lain loyo tak sanggup bersaing dengan si Beri Hitam itu?

Inilah kemenangan marketing. Blackberry populer karena kegiatan marketing yang sangat cerdas dan hoki. Kehadirannya yang tida-tiba menyodok percaturan handset seluler di Tanah Air tak bakal diperkirakan siapa pun mengingat performa pasarnya yang lembek sepanjang sekitar 5 tahun kehadirannya di Indonesia.

Ketika tahun-tahun kejayaan itu tiba, semua ponsel kelas atas seperti dipaksa menyingkir memberi jalan dulu kepada raja baru ini. Bahkan setiap ponsel cerdas dan mahal yang diangsurkan ke pasar oleh vendor dicurigai sebagai varian untuk menyaingi Blackberry, menghambat pasar Blackberry, memberi alternatif Blackberry, dan semacamnya.Padahal ada banyak penantang si segmen ponsel cerdas yang sangat potensial menjadi alternatif atau bahkan sebenarnya berhak bertahta di singgasana yang saat ini dikangkangi Blackberry.

Dalam kesempatan ini kita ambil contoh dua produk premium, yakni Blackberry Bold dan Nokia E71.


E-mail: BlackBerry Unggul 1 Poin
Memang E71 bukan dinobatkan secara khusus sebagai ponsel e-mail. Namun jika ditelisik, kemampuan pengelolaan e-mail (baik e-mail dengan domain kantor, maupun pribadi berbasis Web) dalam semua Eseries sangatlah lengkap dan mumpuni. Setting untuk e-mail yang kadang-kadang ribet bagi para pengguna awam, dapat disederhanakan dengan wisaya (wizard) yang cukup membutuhkan beberapa langkah.

Yang paling Anda perlukan dalam menyetting e-mail adalah username, password, server POP3 (penerimaan), server SMTP (pengiriman). Kalau sudah memegang empat data tersebut, seharusnya menyetting e-mail di ponsel apapun (yang mendukung) akan mudah. Namun memang kadang-kadang kemampuan memori, koneksi jaringan, dan antarmuka client e-mail di ponsel tersebut tidak memungkinkan untuk berasyik-masyuk dengan e-mail. Nah, di Nokia E71 kenyamanan itu dihadirkan dengan seksama.

Dari mulai setup e-mail, E71 sudah sangat ramah bagi pengguna, bahkan yang awam sekalipun. Pada layar utama yang default, setup e-mail ini sudah dijadikan menu utama. Kita tinggal klik di menu tersebut dan mengikuti. Semua akan lancar, apalagi jika sudah ada koneksi data yang aktif di ponsel.

Nah, yang menjadi isu utama jika kemampuan e-mail ini ditandingkan Blackberry adalah kemampuan untuk push mail. Sebenarnya pada E71 juga bisa dilakukan semacam push mail, yaitu dengan Automatic Retrieval. Angka paling rendah untuk penarikan e-mail ini adalah 30 menit, artinya setiap setengah jam e-mail akan ditarik secara otomatis tanpa perlu Anda suruh-suruh. Seharusnya hal ini tidak menjadi masalah bagi pengguna e-mail kebanyakan. Dalam setiap 30 menit akan menerima e-mail rutin, sedang jika memang ngebet banget ingin akses e-mail, bisa melakukan penarikan secara manual.

Kalau sudah sampai soal tarik-menarik e-mail ini, maka bicara Blackberry akan sangat menyenangkan. Pada Blackberry, begitu ada kiriman, e-mail diantar setiap saat bagai SMS ke Inbox kita, tidak perlu keaktifan untuk menariknya.

Sama seperti setiap setting e-mail, pada dasarnya kita juga cukup menghapalkan empat data tersebut di atas (username, password, server terima, server kirim) untuk diinput di kolom-kolom yang sesuai. Khusus untuk isian POP3 dan SMTP server, Bold bisa melakukannya secara otomatis dengan mengontak mail server Anda. Biasanya mereka akan menebak nama server itu dari nama domain e-mail kita. Nah, ini agak teknis, jika nama server POP3 dan SMTP beda dengan nama domain e-mail, kita harus mengeditnya belakangan.

Setelah beres, kita tinggal ongkang-ongkang menikmati e-mail berdatangan di Blackberry kita. Inilah kemewahan yang ingin direguk para pengguna Blackberry. Jadi jika tidak banyak e-mail penting yang datang seharusnya kenikmatan yang dinikmati sangat minim. Sebaliknya pula, jika akun e-mail yang disetting sudah telanjur banyak menerima e-mail sampah yang nggak penting, maka punya Blackberry akan berbuah sengsara.

Kehebatan push e-mail ini akhirnya terletak pada hebatnya layanan dari operator. Operator memiliki backbone dengan bandwidth khusus didedikasikan untuk koneksi ke Research in Motion (RIM) di Canada (pusat Blackberry). Dengan booming Blackberry, buntutnya operator berlomba memberikan servis dengan selalu menaikkan bandwidth. Saat ini umumnya bandwidth khusus dari operator ke RIM adalah sekitar 20 – 40 Mbps. Salah satu keuntungan yang bisa dipetik dari bandwidth yang besar ini adalah ketika harus mengunduh attachment.

Ketika Sinyal menguji, file gambar berformat JPG sebesar sekitar 400KB dapat diunduh dengan Blackberry dalam sekejap, benar-benar sekejap. Sedang dengan E71 harus menunggu sekitar 5 menitan. Namun, sekali lagi, ini karena pengaruh layanan bandwidth dari operator. Sedang dalam soal handling file, keduanya bisa membuka file hasil unduhan itu dengan sempurna.


Bisnis: Nokia Menang 2 Poin
Keduanya, tak diragukan lagi, dihadirkan sebagai ponsel bisnis. Selain e-mail fitur-fitur bisnis banyak menghuni ruang di ponsel ini. Namun demikian, E71 lebih unggul dalam hal aplikasi bisnis utama pada ponsel, yaitu Office. Pada Nokia, dibawakan aplikasi-aplikasi dalam paket Quickoffice yang gratis dan langsung dapat digunakan begitu dibuka, baik untuk membuat atau mengolah dokumen.

Sedang aplikasi Office yang ditawarkan oleh Blackberry adalah aplikasi Document To Go yang merupakan bikinan pihak ketiga, yaitu DataViz. Pun tidak gratis dan serta-merta bisa langsung digunakan. Kita harus register dulu untuk menggunakan versi basic-nya. Sedang untuk dapat menggunakan versi penuh, seperti untukmembuat dokumen on-the-spot harus membeli versi premiumnya.

Nokia juga unggul dengan aplikasi Adobe Reader untuk membaca file PDF dan Zip Manager untuk mengelola file zip. E71 juga memiliki kemampuan untuk dihubungkan dengan printer. Selain itu, Nokia masih melengkapi dengan kemudahan untuk mengaktifkan keyboard wireless dengan ikon khusus untuk itu.

Semua kemampuan ini praktis merupakan aplikasi yang sangat dibutuhkan bagi kantor berjalan. Dan dalam soal kecanggihan teknis ini, Nokia menang telak, sementara Blackberry jadi kelihatan seperti peranti jadul yang tidak gaul.


Konektivitas: 1Poin Lagi untuk Nokia
Ini jamannya eksis. Agar eksis orang harus narsis. Tidak akan terwujud jika tanpa koneksi yang selalu established. Blackberry menawarkan koneksi data yang selalu on sejak dari sononya. Jadi buat apa memberi cara koneksi lain? Namun toh di Bold ada koneksi Wi-Fi dan Bluetooth, selain koneksi dengan kabel data USB ke komputer. Koneksi-koneksi ini berguna untuk bertukar data dan informasi dengan peranti lain, umumnya komputer atau laptop.

Sedangkan E71 tampil dengan perwira dengan koneksi-koneksi Wi-Fi, Bluetooth, kabel microUSB, dan inframerah. Ya, koneksi inframerah yang lama tak terdengar kini dihadirkan kembali di E71.

Dari sisi kelengkapan modus koneksi, E71 unggul. Apalagi jika mengingat masih ada koneksi VPN jika masih butuh mengakses resource kantordengan terhubung ke Intranet kantor. Ulangi: Intranet. Mungkin perlu juga dimaktubkan koneksi ke printer, dukungan Push-to-Talk (PTT), dan kemampuan VoIP pada E71.

Baterai: BlackBerry Unggul 1 Poin
Terus terang menguji baterai secara presisi untuk kedua ponsel sangat susah, terlalu banyak variabel yang susah untuk bisa dikontrol. Untuk itu ditempuh cara dengan mengakses keduanya secara paralel dengan memaksimalkan semua fitur yang ada. Hasilnya, secara umum didapat gambaran bahwa keduanya memiliki ketahanan baterai yang cukup layak untuk digunakan sebagai ponsel bisnis.

Namun demikian, harus diberikan catatan bahwa Blackberry berstatus sebagi ponsel yang selalu “on” terhadap jaringan data yang ada. Artinya, setiap saat peranti ini butuh daya untuk mengakses jaringan GPRS atau 3G operator, nyaris tanpa jeda. Dalam perspektif ini, ketahanan baterai Bold layak mendapat acungan jempol dalam jumlah lebih banyak dibanding E71.

Multimedia-hiburan: Nokia Unggul 1 Poin
Ada beberapa fasilitas yang masuk dalam kategori multimedia atau hiburan ini: musik, video, kamera, game, GPS (peta). Tidak heran jika musik menjadi yang dominan. Maka mari kita telisik terlebih dulu bidang ini.


Dari sisi kualitas speaker bawaan, E71 unggul tipis karena mampu menyuguhkan nada-nada dengan lebih tajam. Namun ketika sudah sampai pada soal pengelolaan, E71 menang karena memberi keleluasaan mengatur kenyamanan bermusik seperti pada player musik canggih, melalui fitur Equaliser. Musik pada E71 melanjutkan kedigdayaannya ketika disambungkan ke speaker. Pada titik ini kualitas chip musik pada E71 sangat kentara karena sanggup menghasilkan musik dengan kualitas yang prima.

Soal kamera sudah bisa dibaca dari spesifikasi. E71 mengusung 3,2 megapixel, sementara Bold cuma datang dengan kamera 2 megapixel. Artinya, E71 akan menghasilkan gambar yang bisa dicetak dalam ukuran lebih besar.

Namun, persoalan tidak cukup berhenti sampai di situ saja. Dalam kegiatan memotret, pengguna E71 sangat terbantu dengan berbagai fitur untuk mengatur mulai dari lampu flash sampai color tone. Sedang pada Bold fasilitasnya terbatas hanya pada fitur pokok seperti zoom, lampu flash, dan white balance saja.

Keduanya memiliki chip GPS yang diserati dengan peta. Semula E71 tampaknya akan unggul dengan mudah karena mengusung fitur Assisted GPS yang membuatnya bisa memanfaatkan jaringan seluler dalam menentukan posisi kita saat itu. Namun ternyata ketika dicoba, Bold bisa mengakses satelit dan menghadirkan data koordinat posisi dengan lebih cepat. Peta yang disertakan Bold juga lebih detil dengan presisi tinggi. Hanya, sekali lagi, dalam soal fitur pengelolaan E71 lebih unggul karena kaya pernik yang bermanfaat pada saat pengoperasian dan kegiatan yang bersifat fun.

Fisik-Desain: Nokia Menang 2 Poin
Dengan menjaga jarak dari popularitas Blackberry sebagai ikon gaya hidup, Sinyal langsung berani menobatkan bahwa secara desain, Blackberry Bold masih kalah dengan rancangan Nokia E71 dari sisi estetika dan fungsionalitas.

E71 merupakan ponsel berkemampuan komputer yang dijelmakan dalam rancangan yang ramping dengan finishing yang kontemporer. Bahan casing belakang dan sebagian muka yang terbuat dari bahan metal menyiratkan kemewahan. Sedang Blackberry tampil secara old-fashioned, cenderung suram dalam nuansa kombinasi hitam-perak memenuhi kotak simpel bersudut-sudut rounded.

Yang paling parah dari Blackberry adalah desain keypad-nya yang seakan-akan “ngajak berantem” dengan kebiasaan orang mengetik pada umumnya. Coba bayangkan, “hari gini” untuk mengetikkan tanda @ yang sudah sangat dibutuhkan dalam pengetikan sehari-hari, masih butuh dua pencetan berbarengan. Untuk mengetikkan numerik, keypad khusus nomor memang diberi warna merah, namun tombol “alt” sebagai kombinasinya tidak diberikan warna serupa, sehingga pengguna tidak perlu banyak mikir lagi.

Keunggulan Blackberry dalam desain keypad ini adalah pada navigasi berbasis trackball. Teknologi warisan turun-temurun ini memungkinkan pergerakan yang lebih luwes dan leluasa, karena pergerakan diagonal bisa ditempuh, buntutnya mempercepat navigasi.
Sayangnya, ada tombol Voice Dialling pada Bold yang sepertinya terlalu menonjol dan mudah terpencet pada saat keypad sedang tidak terkunci.


Antarmuka: Seimbang
Antarmuka alias informasi (grafis) yang disajikan kepada pengguna untuk dipilih dalam rangka mengoperasikan peranti, mungkin soal selera. Ini bisa menyangkut soal estetika. Namun, dalam banyak hal yang penting adalah fungsionalitas. Yang sangat bagus lagi adalah jika bisa menggabungkan antara estetika dengan fungsionalitas.

Harus diakui bahwa dalam soal antarmuka, Blackberry sudah sangat jauh lebih manraik dibanding ketika pertama kali datang di awal 2000-an.

Sementara justru Nokia secara default tidak banyak mengubah tampilan user interface-nya. Padahal yang lain sudah berlomba untuk mendesain ikon-ikon menunya agar tampil secara kinclong mengikuti tren desain di luaran. Namu jangan salah, konsistensi antarmuka ini bisa jadi sangat penting bagi pengguna Nokia setia. Mereka tidak akan kagok setiap kali berganti menggunakan Nokia baru. Juga bisa saling sharing dengan Nokia lain secara lebih mudah karena tataletak dan ikonnya sama.

Harga: Nokia Menang 2 Poin
Jika bicara soal harga, kita bisa langsung to the point. Bold dijual pada harga yang mahal, tapi laku, yaitu Rp 7,3 juta. Sedang Nokia E71 hanya dipatok hampir setengahnya, yaitu Rp 4,8 juta. Dengan kesimpulan performance yang Sinyal sampaikan sebagai penutup artikel ini, maka secara umum, E71 sangat layak dibeli dibanding Blackberry Bold.


Pendapat Penguji
Ini baru Nokia E71, belum E75 yang diklaim sebagai ponsel e-mail dari Nokia. Namun secara teknis, E71 saja sudah pantas menggantikan posisi Blackberry sebagai ponsel cerdas untuk melakukan pengelolaan e-mail dalam ponsel. Apalagi ditambah dengan banyak kemampuan tambahan sebagai ponsel bisnis.

Namun bukan berarti Blackberry tidak berhak berada di tahta puncak seperti hari ini. Keunggulan dalam paket layanan menjadikan ponsel ini pantas difavoritkan. Operator berjuang keras menyediakan bandwidth khusus yang lebar dan selalu terkoneksi untuk e-mail bagi pelanggannya. Harga bagi pemanjaan ini sudah tuntas dibayar oleh para pelanggan Blackberry. Tentu saja masih ada banyak pelanggan yang tidak mengerti dan tidak peduli berapa bandwidth atau kecepatan yang diperolehnya, yang penting tidak ketinggalan mode dengan tidak memiliki Blackberry.

Dalam penilaian overall, Nokia E71 unggul karena kemampuannya dalam penyelenggaraan e-mail tidak kalah jauh dengan Blackberry Bold, sementara dalam fitur lain kekayaannya jauh melampaui. Jika Anda memang hidup dengan e-mail sebagai nyawa hidup, maka Blackberry yang selalu berada di genggaman adalah penyambung nyawa. Namun jika lalu-lintas e-mail masih di bawah lalu-lintas SMS atau percakapan, E71 lebih mampu menyediakan fasilitas tersebut berikut berbagai layanan lain dengan lebih mantap.



ronny is offline   Reply With Quote

Reply

Klik icon dibawah ini untuk dikirim ke Twitter atau ke Facebook (Bookmarks)

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On






Search Engine Optimization by vBSEO 3.5.0 RC2